Pemilu Legislatif – 9 April 2009

Saat pencontrengan

Saat pencontrengan

Hari ini, Kamis, 9 April 2009 adalah hari pencontrengan calon legislatif. Kusempatkan bangun pagi ingin melihat bagaimana suasana hiruk pikuknya pesta demokrasi di negaraku. Demi perhelatan pesta demokrasi ini, kegiatan akademik, kantor, pabrik diliburkan untuk memberikan suara bagi keberlangsungan negara ini. Satu suara sangat berharga, karena satu-lah maka ada dua. Tetapi aq melihat hal yang aneh dimana disatu sisi banyak menginginkan kursi legislatif sedangkan disisi lain banyak yang tidak mau memanfaatkan haknya. Kursi-kursi banyak yang kosong. Kucari informasi melalui Televisi, rata-rata semua channel memuat berita Pemilu hari ini. Setiap stasiun TV mempunyai cara perhitungan cepatnya dengan bekerjasama dengan lembaga surveinya masing-masing. Kuperhatikan tak terlalu berbeda antara satu dengan yang lainnya.







































Tingkat teratas 1 2 3 4 5
LSI (lembaga Survei Indonesia) Demokrat (20.57%) PDI-P (14.64%) Golkar (14.1%) PKS (7.75%) PAN (5.65%)
LP3ES Demokrat (19.6%) Golkar (14.9%) PDI-P (14.8%) PKS (7.7 %) PAN (5.7%)
LSI (lingkaran Survei Indonesia) Demokrat (20.25%) Golkar (14.74%) PDI-P (14.19%) PKS (7.83 %) PAN (6.02%)
CIRUS Demokrat (20.78%) PDI-P (14.49%) Golkar (14.32%) PKS (7.51%) PAN (5.73%)
LSN (Lembaga Survei Nasional) Demokrat (20.22%) Golkar (14.79%) PDI-P (13.98%) PKS (7.37%) Gerindra (6.51%)

(kuambil pkl 22.03 WIB dari berbagai sumber)



Hmm, sebuah hasil menarik, aq tertarik melihat 3 partai teratas. Dimana Demokrat mencapai posisi puncak pada tiap ‘quick count’ yang mampu mengungguli 2 partai seniornya, Golkar dan PDI-P. Menarik jika melihat hasil ini. Demokrat yang jarang menjadi singa pada pertarungan-pertarungan pemerintahan daerah kini menjadi singa pada pertarungan kursi legislatif. Kalau dibilang faktor mesin politik, mungkin Demokrat masih kalah dengan Golkar dan PDI-P. kalau dibilang militansi kadernya mungkin masih kalah dengan PKS dan PDI-P. Kalau dibilang dana kampanyenya mungkin masih kalah dengan Gerindra. Kalau dibilang pencapaian kerja pemerintahan, Golkar yang notabene adalah partai yang mendukung pemerintah kok bisa merosot ke posisi 2.
Banyak pengamat mengatakan bahwa kemenangan ini dicapai berkat iklan dan figur pak SBY selaku dewan Pembina Partai Demokrat. Iklan kampanye dinilai berhasil menyampaikan pesan keberhasilan pemerintahan sekarang dan figur beliau dinilai sangat sopan dan santun. Konsistensi pada pesan kampanyenya juga memberikan nilai plus pada partai ini yang dimulai sejak Agustus 2008 lalu. Tetapi jika hanya mengandalkan satu orang figur akan memberikan efek negatif saat figur tersebut tidak ada lagi. Sehingga bersandar pada kekuatan kaderisasi merupakan hal yang harus diperhatikan oleh Demokrat. Berbeda dengan Golkar dan PDI-P, dimana pada pemilu 2004 kemaren Golkar berada pada posisi puncak, sedangkan sekarang merosot ke posisi runner up, sedangkan PDI-P pada awal pertengahan bulan Maret lalu dinilai sebagai Partai Teratas melalui salah satu survey. Selain itu, aq merasa isu BLT sangat mempengaruhi keberhasilan Demokrat. Dimana inkonsistensi PDI-P dalam menggiring isu nya. Dimana awalnya mereka menentang keras, sedangkan pada awal April ini mereka membuat iklan yang memuat pro BLT. Sebenarnya, isi pesannya bukan pro BLT tetapi mereka ingin menunjukkan bagaimana PDI-P aktif membantu rakyat. Tapi pesan itu tidak sampai dengan baik sementara isu ini disikapi dengan cepat dan pintar oleh Demokrat dengan mengangkat isu inkonsistensi. Dan ini berhasil, saat berada di lapangan isu ini berkembang dengan cepat, apalagi di kalangan wong cilik. Hehe.. tapi itu semua kan masih quick count,, baru besok siang KPU menghitung suara secara total dan mengeluarkan hasilnya.
Di fesbuk aq melihat hal menarik, beberapa kawan menawarkan untuk bergabung dalam group ‘Say No to Megawati’. Saat melihat hal ini, iseng-iseng kusearch kata-kata tersebut dan hmmm,, ternyata aq menemukan ada 10 group yang memuatnya. Iseng juga kuseach SBY dan hasilnya ada 9 group. Tapi jika kulihat jumlah membernya perbandingannya lebih dari 1:100. (artinya orang yang tidak suka Mega lebih banyak dari SBY). Menurutku ini adalah salah satu dari bentuk kampanye hitam/gelap. Ga tau dilakukan oleh siapa.
Tapi diatas semua nya itu hal yang paling menarik dari pemilu kali ini adalah jumlah golputnya yang sangat besar. Ada yang mengatakan 30%, dan aq melihat bahwa ada pengamat yang mengatakan sampai 50%. Hmm,, pemenang sejatinya tetap GOLPUT. Mereka yang tidak memilih. Ntah karena alas an apa,, ada yang memilih untuk tidak memilih, ada yang masalah teknis,ekonomi, dan lain-lain. Ada yang sengaja ikut masuk ke TPS, merusak/merobek surat suara menunjukkan sifat radikal nya pada idealisme. Bagus itu,, menunjukkan posisinya daripada ikut-ikutan..hehe.. (dasar kawanku mahasiswa aneh)..
Diatas segala yang diatas,, aq mengucapkan selamat bagi mereka yang merasa selamat, dan semangat bagi partai yang ingin tetap semangat.. Kemenangan bukan milik partai tapi harusnya milik rakyat. Semoga bangsa kita semakin maju dan semakin jaya, dan bumi kita semakin tetap damai sehingga alam pun tidak lagi sering marah. Hehe..
Maaf jika ada hal-hal yang menyinggung Anda, ini hanya sekedar unek-unek yang sesak kalau ga kutumpahkan..hehe..



Tabik,
-Feriandri Sinulingga-
@Kolong Kampus ku, pkl 23.38 WIB

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s