
kampusku
Tidak dapat dipungkiri bahwa kuliah sekarang menyita waktu yang sangat banyak. Tidak hanya waktu yang disita melainkan intensitas pikiran dan juga tenaga. Gimana ga, kuliah yang padat, praktikum yang ribet dan tugas yang seabrak menjadi makanan sehari-hari. Setidaknya aq juga mengalami masa-masa itu sewaktu masih kuliah.
Emang benar bahwa dulu mamakku dan bapakku pernah mengatakan padaku, “Nak ku, belajar yang rajin ya! Jangan main-main, serius kuliah, dan cepat lulus.. Cuma itu kebanggaan kami”. Satu nasehat yang sampai sekarang tak pernah kulupakan dan senantiasa terngiang di kepalaku. Ini yang menjadi pemicu semangatku masih kuliah di Bandung disamping adanya faktor lain. Selama menjadi mahasiswa
Tapi, semakin kesini semakin sedikit kulihat orang yang menjalani kehidupan seperti yang pernah aq tapaki dulu. Semakin sedikit minat dan niat teman-teman untuk aktif dalam organisasi. Ntah, apa pun organisasi itu. Tidak penting merknya,,
Aq hanya maw bilang bahwa, waktu yang hanya sebentar di kampus ini harusnya kita buat semaksimal mungkin untuk mempelajari banyak hal. (tanpa melupakan akademis tentunya). Aq tidak menyarankan teman-teman untuk demo terkait pembatasan kuliah, aq tidak meminta teman-teman untuk mogok makan karena kebebasan mahasiswa diambil tapi aq maw bilang bahwa “kampusku adalah rumahku” (walaupun sesudah jam 22.00 satpam patroli..hehe..). Kampus ini harusnya menjadi wahana kita, dimana kita dibina untuk menjadi manusia dewasa. Manusia dewasa yang tahu kondisi masyarakat yang telah memberikan kita kesempatan untuk kuliah di kampus terbaik ini.
Semangat diskusi semakin redup. Janganlah dulu ngobrolin filsafat atau ideologi, ngobrolin teori organisasi saja sudah jarang. Jangankan diskusi, kumpul saja pun semakin sulit. Tanya saja pada mereka yang mengaku kongres, untuk kumpul kourum saja sulit. Gimana maw ada perbaikan sistem kemahasiswaan kampus. Tanyakan pada unit/himpunan kita, betapa susahnya melakukan Musyawarah Anggota (Rapat Anggota). Berapa kali harus ditunda, berapa kali harus diulangi. Gimana maw ngomongin perjalanan/kinerja organisasi. Inilah bentuk-bentuk kecil yang saya liat, dan saya yakin ini adalah biibit dari sebuah kerusakan parah yang akan datang kelak karena sebuah ke-apatis-an.
Pemahaman yang dibangun akhirnya akan semakin kerdil. Kelulusan menjadi suatu harga mutlak untuk menunjang peluang masuk dunia kerja melalui ijazah yang sangat dibanggakan karena adanya gambar gajah yang tertera pada lembarnya. Spesialisasi akan semakin terkaburkan. Bukan kembali pada esensinya. Maka, seorang pembuat ban hanya mengerjakan, pembuat mur hanya mengerjakan mur, sementara pembuat cat hanya akan membuat cat, tanpa pernah tahu apa yang dibangunnya. Tanpa pernah tau apa yang dikerjakannya. Tanpa pernah tau mobil itu apa. (wah, kok jadi keras gini ngomongnya. Dibilangin pelan juga. Hahahaha..).
Selama sesuatu yang dikerjakan itu kita pikirkan, kita rencanakan, kita evaluasi, aq percaya selama itu pula masih ada namanya dialektika yang tidak boleh lepas dari realitas sebenarnya. Asal jangan sepinya sunken court, heningnya himpunan, ataupun seperti kuburannya kampus kita membuat semangat dan kreativitas kita semakin memudar. Karena aq masih percaya bahwa sebuah komunitas dapat menjadi garda terhadap dua nilai itu. Melalui diskusi, debat, dan ejakulasi pemikiran ataupun dialektika kita dapat menguji pengetahuan kita akan sesuatu sekaligus menambah keyakinan akan sesuatu yang kita anut tentang apa pun. Baik keyakinan agama, ideologi maupun keyakinan akan teknik menaklukkan wanita. Hahahaha.
“Selama malam masih ada, selama bulan masih bersinar, selama rokok masih terhisap dan selama gitarku masih berdendang maka selama itu pula semangat ini pun akan selalu berkobar.
Jangan biarkan sekre unit dan himpunan kita terlihat gelap dan tidak bergaung. Nyalakan segera lampu kita dan mulailah ngobrol, lanjutkan ke diskusi, bawa ke rapat organisasi, lakukan aksi.”
Salam Semangat terus!!
Feriandri Sinulingga
;
keren…keren…
thx saudari atas kunjungan dan comment di blog saya.. salam kenal ya…
.
bagus juga mas, saya mw tanya pendapat Anda mengenai poligami organisasi. thanks