Hari ini, Senin, 1 Desember 2008 kita memperingati hari aids sedunia. Kita kembali diingatkan bahwa Aids adalah penyakit yang berbahaya yang sampai sekarang belum ada obatnya. Walaupun demikian penyebarannya masih saja terjadi dan banyak menelan korban. Jika dilihat dari batasan usia, kalangan yang paling banyak mengidap HIV/AIDS ini adalah kaum muda. Data dari Dinas Kesehatan Jawa Barat per September 2008 mencatat ada 2.235 kasus AIDS dan 1.726 kasus HIV yang dinyatakan positif. Dimana mayoritas pengidapnya berada pada usia 20-29 tahun. Hal ini mungkin diakibatkan oleh pergaulan bebas yang tidak terkontrol. Trend, mode, dan style sudah menjadi tuntutan yang harus bisa diikuti tanpa harus susah-susah menyaringnya terlebih dahulu. Seks bebas, dan narkoba merupakan contohnya. Kita dapat menjumpainya dengan mudah di lingkungan sekitar kita, di sekolah, di kampus-kampus, dan tempat-tempat ‘transaksi’ lainnya. Melalui cara-cara inilah HIV/AIDS dapat menular pada orang lain.
Sungguh miris melihat hal ini terjadi pada generasi muda bangsa kita. Bangsa yang mempunyai kekayaan alam dan budaya yang berlimpah, tidak pernah mempelajari bangsanya sendri. Gaya hidup yang seperti ini tidak pernah dijumpai pada bangsa kita sebelumnya sampai akhirnya masuknya kebudayaan asing ini. Bukan menjadi masalah jika budaya itu membawa dampak positif, tetapi jika hal itu malah merusak, seharusnya kita tidak melanjutkan budaya itu atau sebaiknya kita hindari. Karena itulah yang kita sebut masalah.
Tahun ini, nasional mengambil tema “Kepemimpinan” dengan mengusung jargon “Yang Muda yang Memimpin”. Tetapi, jika kondisinya begini, maka sangat sulit bagi kaum muda untuk memimpin. Bagaimana memmimpin sedangkan tangan dan kakinya saja sangat sulit digerakkan. Dan apa yang maw dipimpin, sedangkan yang dipimpin asik terlelap. Maka kita percaya tidak ada cara lain selain melawannya, memberantasnya, tidak sekedar mengobatinya. Karena pengobatan sesungguhnya adalah cara terakhir bukan langkah awal. Segala sesuatu dimulai dari yang awal menuju yang akhir. Maka kita sepakat bahwa hal yang harus dilakukan adalah meningkatkan kesadaran masyarakatnya (baik tua-muda kaya-miskin, dsb). Untuk itu, berbagai kalangan dituntut peran aktifnya menjaga kelangsungan bangsa ini. Pemerintah, lingkungan akademis, orangtua, masyarakat, pihak aparat, lembaga keagamaan harus sama-sama bergandengan tangan.
Untuk itu, melalui peringatan ini, hendaknya kita semua sadar akan bahaya penyakit ini. Walaupun sudah terlanjut tak ada kata terlambat untuk itu. Bagi kita kaum muda, jangan mudah tertipu oleh bujuk rayunya, bagi mereka yang sudah masuk segeralah keluar dan sama-sama kita memperjuangkan hidup. Mari kita tunjukkan kaum-kaum muda yang semangat dan progresif.
Salam anti AIDS sedunia!!:)
-
Cari itu!
-
Entri Terkini
- Sanggar Belajar Cahaya Bintang (SBCB)
- Gerakan Mahasiswa
- Pemilu Legislatif – 9 April 2009
- Musyawarah Anggota UKSU ITB akhirnya berhasil
- Kisah selama menjadi mahasiswa ITB
- Harga Premium Turun menjadi Rp 5500,00
- Hari Aids Sedunia
- Perihal pengunduran diri seorang senior dari milis UKSU ITB
- SKB 4 Menteri
- “Legacy of Ashes the History of CIA”…….. (Kontroversi Adam Malik)
-
Tautan
- Adinda
- Aul
- Beckha Simanungkalit
- Daniel David Gultom
- Deka Watchson (Deka)
- Elisa Sirait (iyet)
- Erwin Baja
- Feriandri Cupu
- Finding Good People (FGP)
- Hermond Tamba
- Hokkop Situngkir
- HOV Indonesia
- HOV International
- Internationale Marxist Tendency
- Joli Sitanggang
- Lindung Manik
- Lindung Manik
- Luther Simanjuntak
- MG-ITB
- Oky Firmansyah
- Poppy Simorangkir
- Putri Erivani
- Raja Simarmata (Bang Raj)
- Rega Kristian Sinulingga
- Ressist Book
- Rio Chandra Ginting
- Roliv
- Rumah Kiri
