Kenaikan harga premium terakhir pada tanggal 24 Mei 2008 mencapai 28,7 persen dari harga Rp 4500,00 menjadi Rp 6000,00. Sebelumnya pemerintahan SBY juga pernah menaikkan harga sebanyak dua kali yaitu pada Maret 2005 (29 persen) dan Oktober 2005 (128 persen). Satu-satunya pemerintahan yang pernah menaikkan harga BBM sebanyak 3 kali sekaligus satu-satunya pemerintahan yang pernah menurunkan harga BBM.
Kritik juga diberikan sejak awal penetapan harga ini, 7 November 2008. Hal yang dikhawatirkan yaitu kelangkaan menjelang penurunan harga ini pun terjadi. Kita dapat melihat hal tersebut dengan banyaknya SPBU yang tutup. Kelanggkaan terjadi di beberapa kota, Medan, Batam, Jakarta Utara. Hal ini wajar, karena para pengusaha pastinya tidak mau rugi dan tidak mau menjual minyak mereka dengan harga yang lebih murah dibanding saat membeli minyak tersebut.
Penurunan harga tersebut oleh pemerintah tidak terlalu signifikan dan banyak kalangan menanggapinya dengan dingin. Logika yang dipakai pemerintah saat menaikkan harga Mei 2008 kemarin karena harga minyak dunia yang naik sampai menembus 138 US$ per barel tidak dipakai saat saat harga minyak turun mencapai 65 US$ per barel. Sementara, banyak pengamat mengatakan bahwa harga minyak dapat turun mencapai 20-25 persen menjadi Rp 4000,00-Rp 5000,00 karena beban APBN tidak terlalu besar mengingat 2008 tinggal 1 bulan lagi. Sebab, penurunan seperti ini besar pengaruhnya pada ekonomi rakyat. Berbeda halnya dengan teman-teman nelayan, petani dan mereka yang memakai solar tidak merasakan dampak apa pun. Begitu juga dengan kaum ibu yang memakai minyak tanah di rumah yang hanya dapat menunggu turunnya harga minyak tanah. Banyak kalangan yang mengatakan bahwa penurunan harga ini adalah salah satu manuver politik SBY-JK untuk merebut hati rakyat guna kembali berkuasa pada 2009. Hal inilah yang melatarbelakangi rekan-rekan mahasiswa melakukan aksi demonstrasi baik dengan turun ke jalan maupun dengan aksi menjahit mulut. Itu beberapa bentuk kritikan rekan-rekan agar mencambuk pemerintah agar serius mengurus rakyat. Sudah 63 tahun merdeka tapi kaki kita belum mampu melangkah karena sebenarnya kita masih terjajah.
Terlepas dari itu semua, semoga penurunan harga ini dapat membawa dampak yang positif bagi ekonomi kita khususnya rakyat kecil yang semakin terhimpit oleh hiruk pikuknya arus globalisasi.
Salam pro penurunan harga BBM!!
Anak kolong ITB,
Senin, 1 Desember 2008 pkl 23.00 WIB
Sumber:
http://www.detiknews.com/read/2008/12/01/013711/1045544/10/turun-cuma-gopek,-harga-premium-baru-ditanggapi-dingin
http://www.freelists.org/post/nasional_list/ppiindia-Premium-Rp-5500-Per-Liter-Kurang-Signifikan

