Perihal pengunduran diri seorang senior dari milis UKSU ITB

Berawal dari sebuah topik bahasan terkait isu hot di kampus, tentang hilangnya seorang mahasiswa ITB. Saya mencoba membantu menyebarkan guna memperoleh informasi melalui beberapa milis. Tidak ada maksud menambah kericuhan, tetapi cuma hal ini yang dapat saya lakukan yaitu mencari informasi dan memberikan perkembangan pencarian sembari memanjatkan doa. Salah satu milis yang saya masukkan adalah milis UKSU ITB.
Seiring dengan berlalunya waktu, pembahasan pun dilakukan, mulai dari sekedar lelucon, bertanya-tanya penasaran, sampai pembahasan serius. Dalam pembahasan tersebut ada perdebatan yang panjang antara Bang Rio Chandra Ginting dengan Bang Vande Leonardo. Tiba-tiba ada Bang Wilson Napitupulu yang mengatakan “berisik”. Artinya, ada seorang yang merasa terganggu. Dengan begitu, aq sebagai moderator harus bisa menengahi pembahasan ini. Dalam tulisanku (bisa dibaca dimilis), aq meminta agar pembahasan topik ini dihentikan dan untuk mengetahui lebih lanjut Tanya ke pihak terkait. Selain itu, aq juga berharap kata-kata Bang Wilson tidak menyurutkan semangat anggota milis untuk berdiskusi. Artinya, setiap hak punya posisi yang sama dalam komunitas ini. Tidak ada perbedaan ‘kelas’. Untuk itu, aq meminta agar Bang Wilson menulis unek-uneknya di milis, kalau tidak berarti dia akan terus terganggu. Dan sesuatu yang menggangu akan mengakibatkan kekawatiran sehingga tidak mustahil menimbulkan penyakit. Untuk itu, lebih baik keluar dari satu komunitas daripada terhimpit oleh sesaknya komunitas itu (dalam hal ini milis UKSU ITB).
Permasalahan topik ini selesai dengan tidak menyisakan luka di hati masing-masing anggota milis. Dan aq yakin semangat berdiskusi semakin berkobar. Tetapi tiba-tiba ada balasan seorang anggota milis bernama Bang Jack Edward yang minta untuk di-unsubscribe. Ternyata ada seorang anggota milis bernama Alex Surbakti mem-forward alasan beliau untuk mengundurkan diri dari milis UKSU ITB. Ternyata, waktu kubaca alasannya karena beliau malas dengan seorang junior bernama Feriandri Sinulingga karena omongannya yang kampungan pada email terakhirnya. (Email terakhirku adalah email untuk menengahi perbahasan panjang seperti kutulis diatas –red).
Tanggapan pun banyak berdatangan, dari anggota milis, dari Badan Pengurus, dan dari Moderator milis. Sebenarnya aq masih bingung letak permasalahannya dimana? Apakah ada hubungan antara Bang Wilson dengan dirinya sehingga dia tersinggung? Atau ada alasan lain yang tak seorang pun tahu. Semua seakan terhanyut dengan alur yang dibuat. Kak Imelda Pardosi mengatakan bahwa Yah buat kita2 yang masih muda, semoga menjadi pelajaran juga untuk lebih berhati-hati dan belajar lebih dewasa juga. Pernyataan kakak ini juga membuat aq bertanya-tanya. Pertama, dimana letak ketidakdewasaanku dalam hal ini?? Kedua, apakah karena aku masih muda aq harus lemah?? (ini interpretasiku). Alex Surbakti malah menyinggung-nyinggung tentang Negara. Kalau nanti Ferri berbicara seperti itu lagi dalam lingkup Indonesia apakah kau ganti warga negara?, begitulah sedikit kutipannya. Badan Pengurus juga ikutan memberikan tanggapannya, dengan menunjukkan kekuasaannya. Aq sepakat bahwa mereka mempunyai wewenang dalam hal ini. Tapi, kemana mereka saat memoderasi milis ini? Apa mereka tidak melihat esensi dibalik tulisan/kata-kataku itu? Masa mereka tidak mengenal sifatku? Wah, hampir 2 tahun aq mengkader mereka. Aq lebih setuju dengan pendapat Beckha dan Bang Andi Yusuf agar lebih jelas, maka ada aturan dalam milis ini. Yang lain hanya menambah menambah bumbu-bumbu saja, dan sempat pembahasan melebar ke sana-sini menjadi kurang serius. Hehe.
Begitu aq bangun tidur jam 13.00 aq menyalakan sebatang rokok dan menghidupkan komputer. Situs pertama yang kubaca adalah detiknews.com untuk baca Koran, kulanjutkan dengan berita apa di milis UKSU. Betapa terkejutnya aq melihat pembahasan di dalamnya ada seorang anggota milis yang mau mengundurkan diri. Langsung ku-reply dengan agak atau tepatnya banyak bercanda yang akhirnya terkesan kurang serius. Lama kutunggu balasan ternyata orang yang dinanti tidak membalas, bahkan orang di milis hanya bercanda-canda.
Jika aq memang salah maka aq minta maaf. Dari lubuk hatiku yang paling dalam kuucapkan kata maaf. Tak ada maksud untuk berbuat demikian, apalagi menyinggung saudara-saudaraku.
Baru saat ini waktu yang tepat aq mencerna semuanya. Tetapi ada beberapa hal yang menjanggal dalam hatiku dan harus segera kukonfirmasi ke orang yang bersangkutan sampai tuntas, karena aq ga suka membuat potensi konflik, apalagi konflik, terlebih anarki hanya karena masalah penulisan.

  1. Apa yang salah dengan tulisanku?Dimana letak ketidakdewasaanku tulisanku?  (buat Bang Jack Edward)
  2. Apakah aq masih muda? Kapan seseorang dikatakan dewasa? Letak masalahnya dimana? (Buat Kak Imel Pardosi)
  3. Mengapa ini harus di forward di milis UKSU ITB? Kenapa ga kirim emailku saja? (Buat bang Alex Surbakti)

Dalam 2×24 jam akan kubereskan masalah ini.
ISEI?? UKSU.. UKSU.. ITB!!!!

Salam hangat dan penuh cinta buat semua makhluk Tuhan,
-Feriandri Sinulingga-
Sunken Court ITB, Sabtu (29November 2008) pkl 03.14 WIB
:)

2 Respon untuk Perihal pengunduran diri seorang senior dari milis UKSU ITB

  1. hihihihi
    kan udah dibilangin,
    “di tempat itu susah , ga komen salah, komen salah..” hahahhaaa..

    Btw, sampai skrg aku baca ulang dr awal isi “milis” itu , ga juga menemukan kesalahanmu, malah niat baikmu..

    btw lagi, udh dewasa kok dik! hhahahaha

  2. Martua Sirait TI'89-UKSU'90

    Wah nggak bisa komentar. Soalnya nggak mengikutin permasalahannya. Yang penting tetap semangat!

    ISEI!!!

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s