“Legacy of Ashes the History of CIA”…….. (Kontroversi Adam Malik)

Cerita Indonesia dalam buku “Legacy of Ashes the History of CIA”

Buku karangan Tim Weiner, “Legacy of Ashes the History of CIA”, yang berisi 800 halaman menuai kontroversi di Negara ini (Republik Indonesia), meskipun bahasan tentang Indonesia berisi 5 halaman mulai dari halaman 329. Hal ini dikarenakan tokoh pahlawan bangsa Indonesia ini dituding sebagai agen CIA (Central Intelligence Agency). Hal ini jelas terlihat dari pernyataan seorang perwira CIA, Clyde McAvoy, “Saya merekrut dan mengontrol Adam Malik,” dalam wawancara tahun 2005. McAvoy bertemu dengan Adam Malik di Jakarta tahun 1964 di suatu tempat rahasia. Selain itu, disinggung juga tentang aliran dana yang masuk ke TNI, khususnya AD (Angkatan Darat) yang saat itu dikomandoi oleh Soeharto untuk menggulingkan Soekarno melalui Gestapu (Gerakan Tiga Puluh September). Dana diberikan dengan alasan membeli obat-obatan dan peralatan kesehatan. Walaupun sampai saat ini belum ada bukti otentik mengenai jumlahnya, tetapi diperkirakan sebesar 500.000 US$.

Tanggapan Berbagai Pihak

adam-malik1 Ada pihak-pihak yang hanya diam tidak tahu apa-apa tetapi ada juga pihak yang ragu (tapi penasaran) dengan berita ini. Mereka meragukan kebenaran hasil wawancara tersebut, walaupun data tersebut berasal dari dokumen intelijen tapi bisa juga tidak benar. “Mengenai dana 500.000 US$ (50 juta) itu, memang berasal dari Adam Malik yang diperoleh dari AS. Bahkan mereka juga memberikan bantuan senjata. Ini ada juga di dokumen-dokumen yang lain”, kata Asvi Marwan Adam, seorang sejarawan LIPI.

Berbeda dengan itu, DPR melalui komisi III-nya sebagai komisi yang dekat dengan Kejagung akan mempertanyakan tentang isi buku ini pada Hendarman Supandji. Jika buku ini menggangu stabilitas Negara maka buku ini akan ditarik dari peredaran. Berdasarkan UU No.16 tahun 2004 pasal 30 ayat c, Kejaksaan melakukan pengawasan terhadap barang cetakan yang mengganggu ketertiban dan ketentraman umum.

Namun, pernyataan kecewa keluar dari pihak keluarga atas pemberitaan ini. “Tentu saja keluarga marah”, ujar Antarini Malik (anak Adam Malik). Tetapi kekecewaan tersebut belum berlanjut sampai tahap yg lebih serius seperti menggugat, dsbnya.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s