Blog Feriandri Sinulingga

Gerakan Mahasiswa

September 9, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

lawanGerakan Mahasiswa Tahun 1998

Gerakan Mahasiswa 98 munculnya bersifat momentum. Di akhir tahun 1997 Indonesia mengalami resesi ekonomi sebagai nakibat dari kewajiban untuk membayar hutang luar negeri yang sudah mengalami jatuh tempo. Dampak dari krisis ekonomi di Indonesia yang berkepanjangan ini adalah naiknya harga-harga sembako. Bulan-bulan berikutnya ditahun 1998 adalah malapetaka bagi rejim Orba. Tidak seperti yang banyak dibayangkan oleh pakar-pakar politik, perlawanan massa berkembang sedemikian cepat dan masif di hampir seluruh kota-kota besar di Indonesia. Posko-posko perlawanan sebagai simbol perlawanan terhadap rejim muncul diberbagai kampus dan dalam kesehariannya posko ini sangat disibukkan oleh kegiatan-kegiatan yang politis sifatnya seperti rapat-rapat koordinasi, pemutaran film-filim politik, dll. Tak nampak lagi kultur mahasiswa yang sebelumnya apatis, hedon, cuek, dll. Hampir di setiap sudut kita dapat menemukan mahasiswa yang berbicara tentang politik, benar-benar sesuatu yang baru!
Intensitas gerakan ini tidak dapat dilepaskan dari kondisi obyektif yang semakin tak menentu seperti krisis yang tak kunjung usai, tingkat represi yang semakin meningkat mulai dari penculikan aktivis sampai pada pemukulan dan penembakan mahasiswa yang mencoba turun ke jalan. Puncak dari tindakan represi ini adalah dengan ditembaknya 4 mahasiswa Univ. Trisakti pada tanggal 12 Mei 1998. Penembakan ini memicu kemarahan massa rakyat, yang representasinya dilakukan dalam bentuk pengrusakan, penjarahan ataupun pemerkosaan di beberapa tempat di Indonesia. Praktis dalam 2 hari pasca penembakan, Jakarta berada dalam kondisi yanag tidak terkontrol. Mahasiswa kemudian secara serempak menduduki simbol-simbol pemerintahan lembaga legislatif beberapa hari kemudian (18 Mei), yang dilakukan hingga Soeharto mundur.
Bentuk-bentuk perlawanan Organisasi mahasiswa pada saat itu adalah membentuk komite-komite aksi ditingkatan kampus dan juga mengajak elemen massa rakyat untuk menuntaskan Rejim Orba. Propaganda-propaganda yang dibangun pada awalnya mengangkat isu-isu ekonomis tentang turunkan harga sembako. Dan meningkat menjadi isu politis yaitu turunkan Soeharto dan cabut Dwifungsi ABRI (untuk isu ini hanya di beberapa kota yang tergolong lebih relatif radikal). Slogan aksi pada saat itu adalah Reformasi. Tapi pada saat itu terjadi perdebatan-perdebatan dikalangan Gerakan Mahasiswa. Perdebatan itu adalah apakah Gerakan Mahasiswa ini Gerakan Moral atau Gerakan Politik.
Tanggal 21 Mei 1998 Gerakan Mahasiswa yang di dukung oleh rakyat mampu melengserkan Soeharto. Tetapi setelah itu GM seperti kehilangan arah dan merasa puas. Padahal yang justru menjadi problema rakyat Indonesia pada saat itu belum tersentuh. Di tingkat Gerakan Mahasiswa yang terjadi justru polarisasi dalam gerakan dan bukannya tuntasnya agenda-agenda Reformasi atau Revolusi Demokratik.

Membangun Kembali Gerakan Mahasiswa

Setelah Soeharto dilengserkan yang naik menggantikannya ialah Habibie yang notabene anak didik Soeharto. Dan masa pemerintahan Habibie ini jelas hanya pucuk pimpinan saja yang berubah, tetapi sistim ynag dipakai tetap mempertahankan sistim pemerintahan Orde Baru, Karena Habibie juga bagian dari produk Orba. Sehingga pada tanggal 13 November 1998 pecah peristiwa Semanggi I. Dimana terjadi pembantaian yang dilakukan aparat keamanan terhadap mahasiswa dan massa rakyat yang menolak di adakannya Sidang Istimewa MPR. Banyak jatuh korban dari pihak mahasiswa dan massa rakyat, sampai jatuh korban jiwa karena tindakan kekerasan yang diakibatkan pemukulan dan penembakan yang dilakukan Pasukan PHH pada saat itu.
Untuk membangun kembali Gerakan mahasiswa yang teridiolgis dan jelas keberpihakannya terhadap kelas kaum pekerja diupayakan oleh beberapa kawan mahasiswa pelopor. Beberapa organisasi mahasiswa dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Jogja, Semarang, Solo dan Purwokerto membentuk organisasi tingkat Nasional yang diberi nama FONDASI (Front Nasional Untuk Demokrasi) pada tanggal 5 Februari 1999 di Bandung. FONDASI kemudian melibatkan diri melalui anggota-anggotanya pada tanggal 28 Februari – 5 Maret 1999 diadakan RMNI I di Bali yang dihadiri oleh 53 organisasi dari seluruh Indonesia. Hasilnya adalah aksi serentak tanggal 13 April di kota-kota besar Indonesia. Lalu dilanjutkan pada pertemuan RMNI II di Surabaya yang mengalami jumlah penurunan peserta menjadi 32 organisasi. Namun RMNI I &II tersebut tidak menghasilkan kepemimpinan nasional gerakan mahasiswa. Perdebatan yang terjadi di RMNI I dan II adalah mengenai pemerintahan transisi dan cabut dwifungsi ABRI, dan terutama tentang pengambilan momentum pemilu 7 Juni 1999. Apakah momentum Pemilu 7 Juni ini di ambil atau tidak. Ada ketakutan jika mengangkat isu boikot pemilu, massa rakyat pendukung fanatik partai-partai politik akan memukul gerakan mahasiswa. Namun kenyataannya, hal tersebut tidak terjadi.
Akhirnya Fondasi ditambah kelompok-kelompok mahasiswa yang memiliki kesamaan isu yaitu cabut dwifungsi ABRI, Pemerintahan Transisi, dan kesamaan taktik menghadapi Pemilu membentuk LIGA MAHASISWA NASIONAL Untuk DEMOKRASI (LMND) dalam Kongres Mahasiswa Nasional Pertama di Bogor tanggal 9-13 Juli 1999.
Pasca Pemilu Rejim Habibie ingin mensahkan RUU PKB yang dibuat oleh DPR. Dan kebijakan ini pun ditolak oleh mahasiswa dan massa rakyat dengan melakukan pelawanan hingga meletuslah peristiwa Semanggi II, Peristiwa ini kembali menimbulkan jatuh korban dipihak mahasiswa dan massa rakyat. Dan akhirnya Rejim Habibie menunda UU Drakula tersebut.
Tanggal 20 Oktober GusDur naik menjadi Presiden dan Megawati menjadi wakilnya. Dan Gerakan Mahasiswa menghadapi Rejim yang jelas berbeda dengan Rejim sebelumnya. Ruang-ruang demokrasi memang sedikit terbuka dimasa pemerintahan Abdurahman Wahid ini, tapi disatu sisi masih banyak terdapat tindakan kekerasan yang dilakukan aparat keamanan terhadap para demonstran. Rejim GusDur-Mega pun terbukti ternyata tidak berpihak pada rakyat karena kebijakan-kebijakan neoliberalnya. Dan yang membuat kecewa lagi Rejim ini pun ikut mendukung dan mencoba menggolkan kembali RUU PKB yang jelas-jelas sudah memakan korban jiwa tersebut. Ini dikarenakan Rejim GusDur-Mega terlalu banyak kompromi dan tidak berani bertindak tegas terhadap sisa-sisa kekuatan lama yaitu sisa Orba dan militer.
Namun disatu sisi ternyata rejim GusDur yang masih bersifat setengah hati dalam menegakkan demokratisasi di Indonesia, mencoba untuk menarik simpati massa dengan menyingkirkan elit-elit politik gadungan dan militer yang pada saat Pemilu telah mendukungnya. Tentu saja hal ini berakibat pada munculnya konflik diinternal kabinet rejim GusDur. Elit-elit politik gadungan yang disingkirkan oleh GusDur-pun menggunakan berbagai macam cara baik itu intra maupun ekstra parlementer dalam rangka mendelegitimasi rejim GusDur. Gerakan mahasiswa yang ada pada saat itupun tidak luput dari intervensi kepentingan para elit politik gadungan tersebut. Akibatnya terjadi polarisasi antara gerakan yang pro GusDur dengan gerakan yang anti terhadap GusDur, sebagian besar dari mahasiswa yang terjebak dalam polemik ini adalah kalangan Badan Eksekutif Mahasiswa [BEM]. Diantaranya yang cukup dominan dalam melakukan aksi-aksi massa adalah Badan Eksekutif Mahasiswa se-Indonesia atau biasa disingkat BEM-sI yang melakukan penolakan terhadap GusDur lewat isu seperti Buloggate dan mengusulkan segera dilakukannya Sidang Istimewa MPR/DPR. Golongan Kedua adalah yang menamakan diri mereka Badan Eksekutif Mahasiswa Indonesia [BEMI] dengan aksi-aksi pendukungan GusDur mereka. Saat inilah mahasiswa mengalami ketidakfokusan isu.
Namun demikian ada golongan diluar itu yang melihat bahwa ada usaha permainan politik oleh sisa-sisa Orde Baru yang manifes dalam partai Golkar serta Militer dibalik ini semua. Analisa ini datang dari golongan gerakan ekstra parlementer seperti LMND, FORKOT, FAMRED, PMII serta beberapa organ sektoral lainnya seperti dari buruh ada FNPBI yang cukup dominan serta dari partai politik PRD, PKB dan komunitas NU-nya. Golongan yang terakhir ini mencoba untuk melakukan aksi-aksi propaganda bahwa permasalahan sebenarnya bukanlah pro-kontra GusDur melainkan adanya bahaya kekuatan ORBA yang mulai bangkit kembali. Isu yang dibawa adalah seperti Bubarkan Golkar, Bubarkan Parlemen. Namun lewat upaya-upaya licik dari elit politik gadungan –GusDur termasuk didalamnya- maka permasalahan yang lebih esensial ini menjadi kabur dan berakhir dengan kejatuhan GusDur.
Lewat mekanisme undang-undang politik yang ada dipilihlah Wakil Presiden pada saat itu, Megawati untuk menggantikan GusDur. Rejim yang baru ini segera melakukan reshuffle kabinet dalam rangka melakukan power sharing dengan elit-elit politik gadungan seperti PAN, PPP, PBB, GOLKAR, serta militer. Format baru ini telah membentuk sebuah rejim baru Mega-Hamzah –sebagai wakilnya- yang ternyata masih juga melanjutkan kebijakan GusDur yang tidak berpihak pada massa rakyat.

→ Tinggalkan KomentarKategori: sosial
Ditandai: , , ,

Pemilu Legislatif – 9 April 2009

April 9, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Saat pencontrengan

Saat pencontrengan

Hari ini, Kamis, 9 April 2009 adalah hari pencontrengan calon legislatif. Kusempatkan bangun pagi ingin melihat bagaimana suasana hiruk pikuknya pesta demokrasi di negaraku. Demi perhelatan pesta demokrasi ini, kegiatan akademik, kantor, pabrik diliburkan untuk memberikan suara bagi keberlangsungan negara ini. Satu suara sangat berharga, karena satu-lah maka ada dua. Tetapi aq melihat hal yang aneh dimana disatu sisi banyak menginginkan kursi legislatif sedangkan disisi lain banyak yang tidak mau memanfaatkan haknya. Kursi-kursi banyak yang kosong. Kucari informasi melalui Televisi, rata-rata semua channel memuat berita Pemilu hari ini. Setiap stasiun TV mempunyai cara perhitungan cepatnya dengan bekerjasama dengan lembaga surveinya masing-masing. Kuperhatikan tak terlalu berbeda antara satu dengan yang lainnya. Baca terus →

→ Tinggalkan KomentarKategori: Uncategorized

Musyawarah Anggota UKSU ITB akhirnya berhasil

Desember 8, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

BuKom UKSU

BuKom UKSU

Horas,Ahoy, Jahowu, mejuah-juah, njuah-njuah..


Musyawarah Anggota UKSU ITB untuk mengesahkan Pembina UKSU akhirnya berhasil dilaksanakan. MA ke-3 menjadi saksi ketangguhan dan kebangkitan UKSU tersebut. Walaupun sempat kesulitan melakukan MA sebelum-sebelumnya, berjibaku dan sempat down tapi anggota UKSU tetap bertahan dan terus berjuang demi mengejar cita-cita. Alhasil, MA pun berhasil dilaknakan pada hari ini, Senin 8 Desember 2008 bertempat di sekretariat UKSU ITB. Meskipun sempat ditunda, rintik hujan mengguyur, tidak menyurutkan semangat teman-teman untuk mengesahkan Pembina. Hal ini dianggap penting karena beberapa hal. Pertama, UKSU ITB akan melaksanakan satu rangkaian kegiatan besar yaitu Dies Natalis, sehingga dibutuhkan satu legalitas institusi untuk melancarkan kegiatan tersebut. Untuk itu, seorang Pembina menjadi syarat mutlak karena terkait dengan aturan kampus. Kedua, secara de facto sebenarnya Pembina UKSU sudah ada, yaitu melalui Musyawarah Anggota sebelumnya yaitu waktu jaman Johanes Sinaga (beliau adalah Mantan Ketua Umum UKSU ITB). Teman-teman merasa sayang jikalau perjuangan yang sudah dilakukan selama BP sebelumnya berhenti begitu saja, maka harus dilanjutkan ke pengesahan dilakukan melalui MA. Dan hari ini adalah harinya.

Terima kasih buat:
1. BP lama yang sudah menginisiasi dulu
2. BP dan DPA sekarang yang senantiasa semangat melanjutkan perjuangan. Semangat terus!!
3. Seluruh UKSU’ers karena UKSU adalah ANGGOTA.




Selamat buat UKSU ITB karena telah mempunyai Pembina yang baru Chairil Nur Siregar

Semoga UKSU ITB jaya terus.. ISEI?? UKSU.. UKSU.. ITB!!!




Salam Horas, Ahoy, Jahowu, Mejuah-juah, Njuah-juah, (benar kan bang salamnya.. jgn marah bg ya.. hehe.. :) ),
Feriandri Sinulingga

→ Tinggalkan KomentarKategori: Organisasiku

Kisah selama menjadi mahasiswa ITB

Desember 7, 2008 · & Komentar

kampusku

kampusku


Tidak dapat dipungkiri bahwa kuliah sekarang menyita waktu yang sangat banyak. Tidak hanya waktu yang disita melainkan intensitas pikiran dan juga tenaga. Gimana ga, kuliah yang padat, praktikum yang ribet dan tugas yang seabrak menjadi makanan sehari-hari. Setidaknya aq juga mengalami masa-masa itu sewaktu masih kuliah. (emangnya sekarang ga? Masih mahasiswa juga!!). Batas waktu kuliah yang semakin sempit membuat kita dituntut cepat lulus. Tanpa pernah membahas dan memikirkan dunia kampus selain kuliah.
Emang benar bahwa dulu mamakku dan bapakku pernah mengatakan padaku, “Nak ku, belajar yang rajin ya! Jangan main-main, serius kuliah, dan cepat lulus.. Cuma itu kebanggaan kami”. Satu nasehat yang sampai sekarang tak pernah kulupakan dan senantiasa terngiang di kepalaku. Ini yang menjadi pemicu semangatku masih kuliah di Bandung disamping adanya faktor lain. Selama menjadi mahasiswa (karena sekarang hanya labelnya saja), selain kuliah aq mengikuti beberapa organisasi, yaitu kesenian, keprofesian dan kajian/media. Selama di organisasi tersebut aq mengenal banyak orang, banyak karakter, banyak cewe (hehe), dan banyak kondisi real masyarakat. Suatu pengalaman yang alami, pengetahuan yang kudapatkan langsung melalui interaksi dengan teman-teman, yang aq yakin ini tidak dapat diambil dari sekedar teori di ruang kelas. Seperti kata Mao, “pengetahuan sesungguhnya adalah pengalaman”. Hehe. Tapi pengalaman itu harus diuji dan dikaji juga Mao. Masa apel jatuh dari pohon ntar trus kena kepala Newton, dia malah marah-marah..hahaha… Kebetulan dia mengkaji pengalamannya. Makanya jadi sebuah pengetahuan. Hahaha.. Baca terus →

→ 3 CommentsKategori: Curhat

Harga Premium Turun menjadi Rp 5500,00

Desember 1, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

spbu

spbu

Hari ini, Senin, 1 Desember 2008 harga premium turun dari Rp 6000,00 memjadi Rp 5500,00. Hal ini disebabkan oleh harga minyak dunia yang semakin turun sampai sekitar 65 juta US$ per barrel. Tetapi hal ini akan terus dipantau oleh pemerintah sesuai dengan kondisi harga dunia. Evaluasi akan dilakukan tiap bulan. Berbeda halnya dengan bahan bakar lain, solar dan minyak tanah, tidak mengalami perubahan harga.
Kenaikan harga premium terakhir pada tanggal 24 Mei 2008 mencapai 28,7 persen dari harga Rp 4500,00 menjadi Rp 6000,00. Sebelumnya pemerintahan SBY juga pernah menaikkan harga sebanyak dua kali yaitu pada Maret 2005 (29 persen) dan Oktober 2005 (128 persen). Satu-satunya pemerintahan yang pernah menaikkan harga BBM sebanyak 3 kali sekaligus satu-satunya pemerintahan yang pernah menurunkan harga BBM. Baca terus →

→ Tinggalkan KomentarKategori: ekonomi
Ditandai: , ,

Hari Aids Sedunia

Desember 1, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Anti Aids

Anti Aids

Hari ini, Senin, 1 Desember 2008 kita memperingati hari aids sedunia. Kita kembali diingatkan bahwa Aids adalah penyakit yang berbahaya yang sampai sekarang belum ada obatnya. Walaupun demikian penyebarannya masih saja terjadi dan banyak menelan korban. Jika dilihat dari batasan usia, kalangan yang paling banyak mengidap HIV/AIDS ini adalah kaum muda. Data dari Dinas Kesehatan Jawa Barat per September 2008 mencatat ada 2.235 kasus AIDS dan 1.726 kasus HIV yang dinyatakan positif. Dimana mayoritas pengidapnya berada pada usia 20-29 tahun. Hal ini mungkin diakibatkan oleh pergaulan bebas yang tidak terkontrol. Trend, mode, dan style sudah menjadi tuntutan yang harus bisa diikuti tanpa harus susah-susah menyaringnya terlebih dahulu. Seks bebas, dan narkoba merupakan contohnya. Kita dapat menjumpainya dengan mudah di lingkungan sekitar kita, di sekolah, di kampus-kampus, dan tempat-tempat ‘transaksi’ lainnya. Melalui cara-cara inilah HIV/AIDS dapat menular pada orang lain. Baca terus →

→ Tinggalkan KomentarKategori: sosial

Perihal pengunduran diri seorang senior dari milis UKSU ITB

November 28, 2008 · 1 Komentar

Berawal dari sebuah topik bahasan terkait isu hot di kampus, tentang hilangnya seorang mahasiswa ITB. Saya mencoba membantu menyebarkan guna memperoleh informasi melalui beberapa milis. Tidak ada maksud menambah kericuhan, tetapi cuma hal ini yang dapat saya lakukan yaitu mencari informasi dan memberikan perkembangan pencarian sembari memanjatkan doa. Salah satu milis yang saya masukkan adalah milis UKSU ITB.
Seiring dengan berlalunya waktu, pembahasan pun dilakukan, mulai dari sekedar lelucon, bertanya-tanya penasaran, sampai pembahasan serius. Dalam pembahasan tersebut ada perdebatan yang panjang antara Bang Rio Chandra Ginting dengan Bang Vande Leonardo. Tiba-tiba ada Bang Wilson Napitupulu yang mengatakan “berisik”. Artinya, ada seorang yang merasa terganggu. Dengan begitu, aq sebagai moderator harus bisa menengahi pembahasan ini. Dalam tulisanku (bisa dibaca dimilis), aq meminta agar pembahasan topik ini dihentikan dan untuk mengetahui lebih lanjut Tanya ke pihak terkait. Selain itu, aq juga berharap kata-kata Bang Wilson tidak menyurutkan semangat anggota milis untuk berdiskusi. Artinya, setiap hak punya posisi yang sama dalam komunitas ini. Tidak ada perbedaan ‘kelas’. Untuk itu, aq meminta agar Bang Wilson menulis unek-uneknya di milis, kalau tidak berarti dia akan terus terganggu. Dan sesuatu yang menggangu akan mengakibatkan kekawatiran sehingga tidak mustahil menimbulkan penyakit. Untuk itu, lebih baik keluar dari satu komunitas daripada terhimpit oleh sesaknya komunitas itu (dalam hal ini milis UKSU ITB). Baca terus →

→ 1 CommentKategori: Organisasiku

SKB 4 Menteri

November 26, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Surat Keputusan Bersama (SKB) yang ditandatangani oleh 4 menteri (Mendagri, Menteri Perdagangan, Menaker,  dan Menteri Perindustrian) menuai kontroversi terutama dari kaum buruh. Walaupun mereka mengatakan bahwa ini dilakukan untuk menghindari dampak negatif krisis global seperti PHK Massal tetap saja aksi demonstrasi di berbagai provinsi berlangsung.  Buruh merasa hak mereka diambil. Ya, meraka semakin dilarang untuk hidup layak.

Dengan SKB 4 Menteri  ini, maka penetapan Upah Minimum Regional (Kota/Propinsi ) akan diatur secara Bipartit. Dimana yang ada disana hanya Pengusaha dan Buruh. Ini menjadi masalah bagi kalangan buruh karena dengan begitu mereka tidak mempunyai daya tawar untuk melakukan negosiasi. Artinya, peluang pengusaha untuk menekan posisi buruh  akan semakin terbuka. Disamping itu, jika kita melihat dari sisi hukum, maka SKB ini bertentangan dengan konstitusi yang berada diatasnya yaitu UU No.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, Kepmenaker No.226/Men/2000 tentang Upah Minimum, Permenaker No.17/Men/2005 tentang Komponen dan Tahapan Pencapaian KHL, dimana dalam penentuan Upah Minimum Kota/Propinsi bukan dilakukan secara Bipartit melainkan ditetapkan oleh Gubernur dengan rekomendasi Walikota dan Bupati.
Baca terus →

→ Tinggalkan KomentarKategori: sosial
Ditandai: , ,

“Legacy of Ashes the History of CIA”…….. (Kontroversi Adam Malik)

November 24, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Cerita Indonesia dalam buku “Legacy of Ashes the History of CIA”

Buku karangan Tim Weiner, “Legacy of Ashes the History of CIA”, yang berisi 800 halaman menuai kontroversi di Negara ini (Republik Indonesia), meskipun bahasan tentang Indonesia berisi 5 halaman mulai dari halaman 329. Hal ini dikarenakan tokoh pahlawan bangsa Indonesia ini dituding sebagai agen CIA (Central Intelligence Agency). Hal ini jelas terlihat dari pernyataan seorang perwira CIA, Clyde McAvoy, “Saya merekrut dan mengontrol Adam Malik,” dalam wawancara tahun 2005. McAvoy bertemu dengan Adam Malik di Jakarta tahun 1964 di suatu tempat rahasia. Selain itu, disinggung juga tentang aliran dana yang masuk ke TNI, khususnya AD (Angkatan Darat) yang saat itu dikomandoi oleh Soeharto untuk menggulingkan Soekarno melalui Gestapu (Gerakan Tiga Puluh September). Dana diberikan dengan alasan membeli obat-obatan dan peralatan kesehatan. Walaupun sampai saat ini belum ada bukti otentik mengenai jumlahnya, tetapi diperkirakan sebesar 500.000 US$.
Baca terus →

→ Tinggalkan KomentarKategori: sosial

Penyelenggaraan Telekomunikasi mendatang

November 23, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Kita dapat melihat kondisi sekarang bagaimana gaya hidup sangat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi khususnya di bidang telekomunikasi. Gaya hidup yang serba mudah, fleksibel, dan mobile dengan mengarah ke sentuhan personal dengan persyaratan connectivity yang seamless menjadi pendorong utama berkembangnya layanan-layanan teknologi berbasis Internet Protocol (IP).
Baca terus →

→ Tinggalkan KomentarKategori: Telekomunikasi